Gejala fisik
- Jantung berdebar kencang atau terasa berdetak tidak beraturan
- Berkeringat
- Gemetar atau tubuh terasa bergetar
- Sesak napas atau merasa kekurangan udara
- Rasa tercekik
- Nyeri atau tidak nyaman di dada
- Mual atau perut tidak enak
- Pusing, limbung, atau merasa akan pingsan
- Menggigil atau merasa panas
- Kesemutan atau mati rasa, sering di tangan dan sekitar mulut
Gejala psikologis
- Merasa diri atau lingkungan tidak nyata
- Takut kehilangan kendali atau menjadi gila
- Takut akan meninggal
Dalam pedoman diagnosis, sebuah serangan panik biasanya ditandai empat atau lebih gejala dari kedua daftar ini. Serangan dengan gejala lebih sedikit tetap nyata dan tetap layak ditangani.
Kenapa tubuh bereaksi seperti ini
Adrenalin mempercepat jantung dan napas agar otot siap bergerak. Napas yang terlalu cepat menurunkan kadar karbon dioksida di darah, dan inilah yang sering memicu kesemutan, pusing, dan rasa sesak meski paru-paru sebenarnya mendapat cukup udara.
Karena itu, memperlambat napas, terutama memanjangkan hembusan, sering membantu meredakan gejala. Coba latihan napas terpandu saat sedang tenang agar terbiasa.
Gejala yang perlu diperiksa
Pembahasan lebih lengkap ada di serangan panik atau serangan jantung.
Tanya jawab
Kenapa tangan saya kesemutan saat panik?
Napas cepat menurunkan kadar karbon dioksida di darah sehingga muncul kesemutan, terutama di tangan dan sekitar mulut. Memperlambat napas biasanya membuatnya berkurang.
Apakah semua gejala harus muncul?
Tidak. Setiap orang punya kombinasi gejala yang berbeda, dan polanya bisa berubah dari satu serangan ke serangan lain.
Konten ini untuk edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan dari tenaga kesehatan. Dalam keadaan darurat, hubungi 112 atau 119. Penafian medis.